Siap kembalikan posisi kasta, Persipani Paniai bidik tiket promosi di putaran nasional Liga 4

admin

Ringkasan Berita:

  • Persipani Paniai resmi bertolak ke Boyolali untuk mengarungi Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026. 
  • Masuk dalam Grup I di Stadion Kebogiro, tim berjuluk Laskar Koteka ini mengusung misi bangkit dan naik kasta setelah sempat terkena sanksi. 
  • Manajer Eli Gobai menegaskan kesiapan mental skuadnya untuk menghadapi tekanan psikologis dan optimistis membawa pulang gelar juara ke Tanah Papua.

 

Laporan Wartawan teman -, Melky Dogopia

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE – Persipani Paniai bertolak menuju Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, untuk mengarungi babak Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026.

Tim berjuluk Laskar Koteka dari Wissel Meren ini mengusung misi besar untuk bangkit dan merebut kembali posisi mereka di kasta kompetisi sepakbola Indonesia lebih tinggi.

Manajer Persipani Paniai, Thimo Eliezer Gobai, mengatakan manajemen telah melepas skuad secara resmi di Hotel Parkside Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (18/5/2026) sore.

Berdasarkan hasil pengundian, Persipani Paniai masuk ke dalam Grup I yang akan berlaga di Stadion Kebogiro, Kabupaten Boyolali.

Persipani dijadwalkan bersaing sengit dengan tuan rumah Persebi Boyolali, Persika 1951 Karawang, dan Persindra Indramayu.

“Kami telah melakukan pelepasan tim kami di Hotel Parkside Waena, Kota Jayapura, untuk ke Kabupaten Boyolali, dan siap berlaga bersama tiga tim lainnya di Grup I sesuai hasil drawing,” ujar Eli Gobai saat dihubungi Tribun-PapuaTengah.com, melalui sambungan telepon Selasa (19/5/2026).

Manajer kerap disapa Eli Gobai ini menegaskan momentum nasional ini menjadi ajang pembuktian pascasanksi finansial dan degradasi yang sempat menimpa klub beberapa waktu lalu.

Manajemen optimistis skuadnya mampu memberikan performa terbaik demi memulihkan nama baik tim di kancah nasional.

“Ini adalah kesempatan yang baik untuk Persipani itu kembali ke posisi awal. Waktu itu, Persipani sampai di Liga 3 Nusantara, kemudian jatuhnya persipani waktu itu, kami dapat sanksi turun kasta, dan bayar denda 150 juta. Jadi, momentum saat ini adalah momen yang pas untuk Persipani itu kembali ke posisi awal,” tandas Eli Gobai.

Menghadapi persaingan ketat di Pulau Jawa, Eli menanamkan mentalitas juara kepada para pemain.

Kendati demikian, ia tetap meminta tim untuk menjaga kedisiplinan dan tidak meremehkan kekuatan lawan di lapangan.

“Saya selalu ingatkan bahwa kita tim juara tapi, jangan terlalu overconfident. Karena, itu bisa membahayakan kita punya diri. Kita harus tetap rendah hati dan bermain tim saling percaya di dalam permainan,” tegasnya.

Terkait potensi tekanan psikologis termasuk tindakan rasisme yang kerap menimpa tim-tim asal Papua saat bertandang, manajemen Persipani mengaku telah menyiapkan mental pemain dengan matang.

Skuad Laskar Koteka berkomitmen untuk meredam provokasi tersebut dengan menyajikan permainan sepak bola yang mengutamakan sportivitas.

“Kami dengan persiapan yang matang Persipani akan menunjukkan permainan cantik dan Fair Play saat bertanding nanti. Dan tidak akan pernah terpengaruh dengan ejekan negatif dan ujaran rasis. Tetapi, kami akan tunjukan permainan canti dan fair play,” tutur Eli Gobai.

Kompetisi Putaran Nasional Liga 4 ini rencananya akan memulai sepak mula (kick-off) pada 30 Mei 2026 dan bergulir hingga partai final pada 11 Juli 2026.

Eli Gobai berharap seluruh masyarakat Papua memberikan dukungan moral dan doa agar Persipani mampu melaju mulus hingga babak puncak.

“Kepada seluruh masyarakat Paniai, Papua Tengah, dan Papua. Bahwa, kami sekarang Persipani tidak hanya mewakili Kabupaten Paniai atau Provinsi Papua Tengah saja”.

“Karena, di Jawa itu pastinya mereka akan lihat itu pulau Papua besar. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan doa dari semua pihak di Papua,”tandasnya. (*)

Leave a Comment

Hot Nows ionicons-v5-c